Akibat Tidak Ada Biaya, Seorang Warga Bawa Mayat Pakai Motor Roda Tiga
Supo (60 tahun) Warga Desa Tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo meninggal dunia pada Sabtu malam.
Namun jenazahnya terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor, lantaran kendala biaya untuk menyewa ambulan yang harganya mahal.
Pihak keluarga yang tidak ingin ruwet, dalam soal pembayaran tersebut seketika membawa jenazah langsung ke rumah kediaman untuk segera dimakamkan.
Kapolsek Dringu, IPTU Bagus Purnomo membenarkan kejadian tersebut. Korban masuk RSU Wonolangan Dringu pada Sabtu sore.
Dalam diagnosa dokter, yang bersangkutan mengalami sakit radang paru-paru.
Tidak berselang lama, pukul 18.00 WIB oleh dokter telah dinyatakan meninggal dunia.
Dia juga menyampaikan, dalam peristiwa tersebut masih dalam proses penyeselaian antara keluarga dengan pihak rumah sakit.
“Kejadiannya memang malam kemarin, namun yang pasti kita akan menyelesaikan kasus ini sesuai aspirasi kedua belah pihak,” ucapnya.
Kabar adanya jenazah digotong dengan motor tersebut juga diluruskannya.
Kendarannya bukan sepeda motor roda dua, namun jenazah dibawa menggunakan sepeda motor roda tiga. Sehingga tidak separah bayangan yang ada di masyarakat.
“Terkait asal muncul perkara tersebut, langsung ke rumah sakit saja,” tuturnya.
Tetangga korban, Nur Ali menilai peristiwa tersebut sangat keterlaluan karena dinilai tidak ada toleransi terhadap orang miskin. Sehingga pihak keluarga melakukan penjemputan paksa.
“Sakit keluar darah dari mulutnya, dibawa ke rumah sakit, tidak sampai menginap, korban malah meninggal dunia. Biaya sudah pakai BPJS, terus dimintai biaya ambulans Rp800 ribu sama pihak RSU Wonolangan,” pungkasnya.
Belum ada Komentar untuk "Akibat Tidak Ada Biaya, Seorang Warga Bawa Mayat Pakai Motor Roda Tiga"
Posting Komentar